abcdefghijkl....

abcdefghijkl....

Thursday, June 9, 2011

Tabiat Tidur Bayi

Selamat membaca untuk ibu-ibu termasuk la den ni........ Grin


Fungsi otak terjejas jika tidur bayi kerap terganggu(risau juga ni)


IBU bapa muda hilang antara 400 hingga 750 jam waktu tidur ketika anak berusia setahun ke bawah, tetapi apabila semakin membesar, pola tidur mereka lebih stabil.

Biasanya, semua bayi yang baru dilahirkan sering terjaga daripada tidur pada waktu malam. Ia sesuatu yang normal, tetapi menjelang usianya enam bulan, ada bayi yang boleh tidur lena sepanjang malam tetapi ada yang terjaga dan perlu ditidurkan semula.

Tidur bagi bayi adalah sebahagian penting dalam proses tumbesarannya. Tidur waktu malam sangat penting kepada bayi kerana mereka akan lebih riang dan tenang pada waktu pagi.

Jika terganggu walaupun sekejap atau secara berterusan dan bertambah pada setiap malam mungkin boleh menjejaskan fungsi otak. Oleh itu, sangat penting untuk memastikan persekitaran tidur yang kondusif supaya bayi mendapat kualiti tidur yang diperlukan.

Begitupun keperluan tidur antara seorang bayi dengan yang lain tidak sama. Panduan di bawah adalah secara umum keperluan tidur seseorang bayi dan jika mereka tidak dapat tidur secukupnya, anda dinasihatkan mendapatkan pandangan pakar.

Tidur bayi baru lahir hingga berusia tiga bulan.

Bayi dalam lingkungan usia ini memerlukan tidur antara 16 hingga 20 jam sehari dalam jangka masa antara satu setengah jam hingga lima atau enam jam setiap kali pada siang hari. Ketika ini, waktu makan dan tidurnya akan bersilang. Ada bayi yang tidur sepanjang malam apabila mereka berusia empat atau enam minggu tetapi itu bukan kebiasaannya.

Tiga hingga enam bulan.

Daripada usia tiga hingga 6 bulan ke atas, bayi akan tidur antara 14 hingga 15 jam secara keseluruhannya. Mereka cenderung untuk tidur antara enam hingga lapan jam pada waktu malam dan akan terjaga sekurang-kurangnya sekali dalam tempoh waktu itu dan perlu ditenangkan, disusui sebelum dia tidur kembali.

Bayi akan tidur sekejap (nap) antara sejam hingga dua jam pada waktu pagi, tengah hari dan petang.

Enam hingga 12 bulan.

Kanak-kanak dalam usia ini selalunya tidur sekejap, iaitu dua kali dalam tempoh tiga hingga empat jam dan akan tidur untuk 11 jam pada waktu malam. Jika mereka tidur selama 12 jam pada waktu malam, adalah mencukupi mereka tidur sekejap untuk sejam ketika waktu pagi dan petang.

Satu hingga tiga tahun.

Selalunya mereka tidak lagi tidur sekejap pada waktu pagi. Waktu petang pula mereka juga akan tidur sekejap dan selalunya bertahan untuk tiga jam saja. Jumlah masa tidur mereka yang diperlukan ialah antara 10 hingga 13 jam tetapi faktor lain selalunya mengganggu kualiti masa tidur mereka seperti menggigau atau sakit gigi.

Tiga hingga 12 tahun

Pada usia ini tidur sekejap jarang dilakukan dan jangka masa tidur pada waktu malam juga menurun sehingga 12 jam untuk kanak-kanak pra sekolah manakala 10 jam untuk kanak-kanak pra remaja.

Tuesday, June 7, 2011

Bersabar itu indah


Sepanjang kehidupan kita, ujian & cubaan datang silih berganti kerana makna kehidupan itu sendiri adalah bagaimana menghadapinya. Ujian & cubaan kehidupan adalah rintangan yang akan memilih mana orang yang tahan uji dan mana orang yang lemah, Mana orang yang beriman dan mana orang tidak beriman. Bagi seorang mukmin kehidupan akan selalu mendatangkan keberuntungan kerana ia bersyukur ketika memperoleh nikmat dan bersabar ketika menghadapi kesulitan. Sebaliknya orang tak beriman selalu tak beruntung, ketika memperoleh nikmat ia lupa diri dan ketika menghadapi kesulitan berat ia lupa ingatan. Sabar ialah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi cubaan dan rintangan, dalam jangka waktu tertentu, dalam rangka mencapai tujuan. Islam mengajarkan bersabar itu indah.
Pertama, tahan ketika menghadapi dugaan pertama. Rasulullah pernah bersabda, Innamassabru indassad matil uulaa. Artinya: Sabar yang sesungguhnya ialah ketika menghadapi dugaan pertama
Kedua, ketika ditimpa musibah, segera mengingat Allah dan mohon ampunannya. Firman Allah, '(Orang-orang yang sabar ialah) mereka yang ketika ditimpa musibah, berkata, 'sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Nya.' (al Baqarah: 156).
Ketiga, tidak menampakkan musibahnya kepada orang lain, seperti yang dicontohkan oleh istri Abu Talkhah (Ummu Sulaim) ketika ditinggal mati anaknya. (dikisahkan dalam hadis Riwayat Muslim).
Keempat, sabar menghadapi semua cubaan dengan ikhlas kepada Allah. Allah berfirman dalam hadis Qudsy, 'HambaKu yang mukmin, yang bersabar dengan pasrah kepadaKu ketika kekasihnya Aku panggil kembali (mati), kepadanya tak ada balasan yang layak dari Ku selain surga.' (HR. Bukhari)

By: M. Agus Syafii

Sunday, June 5, 2011

Ni ada lagi 1 artikel yang bagi aku menarik la....Peranan seorang bapa....So buat bapa2 sekelian boleh la baca untuk tambah maklumat.

What Is Father’s Special Role?
  • A father’s responsiveness to his children and his emotional availability are key characteristics of fathers that facilitate children’s development.
  • Children whose fathers participate relatively more in the emotional side of parenting (e.g., comforting) have higher self-esteem than children whose fathers are less involved. It is not appropriate to say “emotions are only for and from mom and action and activity only for and from dad.”
  • In early childhood, a father provides approval and recognition of the child and also helps the child become more autonomous and self-assertive.
  • Child rearing in our culture involves helping the child develop more autonomousl.
  • Paternal involvement seems to predict adult adjustment better than does maternal involvement.
A Father’s Sons and Daughters
With sons, fathers can imagine back to their own boyhood and imagine the child’s future experience. In contrast, fathers relate to their daughters in more complex ways. They may have a hard time imagining how their daughters will turn out since they have no personal experience with knowing what it feels like being and growing up a girl.
It is crucial to note, however, that children of both sexes identify with both parents. A feminine young girl and a masculine little boy will incorporate aspects of both parents into their own personality. A father should be able to communicate to both sons and daughters that they can become like him.
Unquestionably, fathers can help their children develop a sense of competence, security, and self-control. There are basically two poles that fathers should try to avoid: the pole of detachment, leaving all child rearing issues to mom; and the pole of pushiness, over-demandingness, and intrusiveness.
Men and Women
Obviously there are differences between women and men and mothers and fathers. Differences between individuals are the result of genetic influences, of differing cultural expectations, and of specific psychological constellations, including unconscious determinants. Gender distinctions are a result of a mixture of these various factors.
Some people conceptualize that parts of our personality—what we like, what we don’t like, how we think of ourselves and others, how we cope with life—is a result of mixtures within us that might be labeled “feminine” and “masculine” attributes. In fact, Freud, as early as 1905, maintained that the sociological meaning of masculine and feminine refers to the observation that individuals display a mixture of the character traits of both sexes. Yet, in virtually every culture, most people’s subjective experience is that certain activities and emotional states belong primarily to women and others to men.
Differences Between Mothers and Fathers
“Only women can get pregnant and bear babies.” This obvious fact is a result of a woman’s anatomy. However, the statement “Therefore, a woman should be the primary nurturer of her children” is a result of a combination of biological factors (mainly, hormonal influences), individual differences, plus the cultural expectations that child rearing is an activity that should be done by women. Although child-rearing is, thus, often labeled as a feminine activity, its roots are very complicated.
“Women raise children, particularly infants and toddlers, and take care of the family, while men focus on activities outside the home.” This division of labor has always been part of human civilization. In our current culture this potential dichotomy may be expressed around the issue of whether mothers should or should not work outside the home.
Why are stark differences between mothers and fathers so ingrained in so many people? There are biological, sociological, and psychological reasons as to why, so often, only mothers take full charge of their children and fathers either feel left out, exclude themselves from child-rearing, or are excluded from the tight bond that develops between a mother and infant. In many situations, fathers are considered to be, by both mother and baby, as someone from the “outside.”
Importance of Fathers in the Lives of Children
In contrast to these expectations, for all of us who work with children and families, when we listen to both boys and girls, it is impressive how much we hear about the importance of fathers in their minds and in their lives, whether the fathers live at home or don’t, and, in those situations where the children do not know their fathers. In fantasy, all children create an idealized version of a father. James Herzog wrote about what he called, “father-hunger.”
Children and Fathers Need Each Other
Someone once wrote, “There are fathers who help you with your fractions, or learning to ride a bike, or play baseball, show you magic tricks with cards or handkerchiefs, or who play charades or read the comics with you. There are warm, affectionate fathers; frightening, punitive fathers; fathers who are grouchy and hard to please; fathers who are self-preoccupied, and those "you can't talk to." There is the father with such excellence in achievement that a child feels it impossible to meet his standards—and the father who himself fails to realize his potential so that the child feels guilty about surpassing him.”








Tip-tips......

Hari ni aku ada baca tip memelihara hubungan suami isteri...jd aku nak kongsi dengan semua tipsnya...diharap dapat jd panduan untuk kita semua...

TIPS CINTA SUAMI ISTERI

  • Cium tangan suami dan dahi isteri setiap kali sebelum berpisah ke tempat kerja masing- masing.
  • Jika berpisah lebih dari sehari seperti untuk tugasan luar daerah, tambah rutin harian tadi dengan pelukan dan ciuman di bibir.
  • Walau sesibuk mana sekali pun, luangkan masa untuk menelefon pasangan sekurang-kurangnya sekali walau sekadar untuk bertanya apa yang sedang dilakukan.
  • Sentiasa ucapkan kata-kata sayang seperti I love you sepenuh hati sebelum keluar kemana-mana, menamatkan perbualan di telefon dan sebelum tidur
  • Sentiasa mencari peluang untuk makan tengah hari bersama kerana pastinya ia tiada gangguan anak-anak jika pada hari berkerja.
  • Amalkan bertanya apa yang berlaku sepanjang hari selepas pulang dari kerja sebagai tanda mengambil berat dan memberi peluang pasangan meluahkan perasaan
  • Luangkan masa untuk berbual tentang apa sahaja dari isu rumah tangga hinggalah politik semasa sebelum tidur.
  • Mudah berbaik jika berlaku sebarang pertelingkahan, jangan biar berlarutan walau untuk satu jam sekali pun apatah lagi berhari-hari.
  • Temani pasangan semasa menonton rancangan kegemaran mereka walau sambil membaca akhbar misalnya kerana apa yang penting ada berada disisi.
  • Jangan sesekali berpisah tempat tidur walau anak sudah berderet atau usia sudah meningkat kerana ia adalah salah satu amalan penting untuk mengeratkan kasih sayang
  • Amalkan sembahyang berjemaah semasa di rumah, berdoa bersama serta bersalam-salaman selepasnya.
  • Biasakan bergilir gelas atau pinggan semasa makan serta tidak segan atau geli untuk menghabiskan makanan atau minuman isteri atau suami.
  • Sesekali buatlah kejutan seperti membeli hadiah atau kad untuk peristiwa tertentu, memakai pakaian dalam yang seksi atau apa sahaja yang anda tahu pasangan pasti menyukainya.
  • Senda gurau dalam rumah tangga amat penting, ceritalah sesuatu yang kelakar, teka teki atau apa sahaja yang membolehkan anda ketawa bersama.
  • Sentiasa kenang pengorbanan masing-masing seperti susah payah isteri melahirkan anak dan suami yang berkerja keras menyara keluarga.
  • Sesekali tukar gaya penampilan agar ada kelainan serta untuk mengelakkan pasangan merasa jemu.
  • Apa sahaja masalah yang timbul, berterus terang dan berbincang bersama untuk menyelesaikannya.
  • Sentiasa menyimpan tekad untuk menjadi suami/isteri yang baik dalam rumah tangga bahagia kerana fikiran positif akan memudahkan anda mencapai matlamat tersebut.
  • Jika amalan-amalan di atas tidak pernah dilakukan sehingga anda membacanya hari ini, jadikanlah ia sebagai titik permulaan untuk melakukannya tanpa rasa ragu dan malu.
Jadi apa lagi kita tunggu kawan-kawan..mari kita amalkan..agar rumah tangga kita aman dunia akhirat...sayonara....